Ulangan Harian dan Budaya Remidi
Masalah
pokok yang menjadi momok dalam ulangan harian sehingga menyebabkan tidak
tuntasnya nilai (remidi) bias berasal dari siswa atau bahkan guru.
Dari
siswa:
1.
Malas belajar (itu sudah pasti jadi masalah)
2.
Belum mengerti saat dijelaskan oleh guru mata pelajaran
3.
Memforsir diri dengan banyak kegiatan
4.
Banyaknya tugas sehingga mempersempit kesempatan untuk belajar.
Sedangkan
factor-faktor yang berasal dari guru:
1.
Terlalu sibuk sehingga belum sempat menjelaskan bahan materi ulangan
2.
Terkadang mengambil soal yang penyelesaiannya belum dibahas sebelumnya
3.
Dalam menjelaskan belum punya strategi yang mengena di hati para siswa
Lalu
bagaimana cara menghadapi “si ulangan harian” ini agar selamat dari jurang
remidi? Ikuti jurus-jurus berikut ini
1.
Kenali gaya
belajar kita. Renungkan, apakah selama ini kita cenderung mudah mengingat
sesuatu melalui verbal, gambar (visual), atau kinestetik. Bila tipe verbal,
perbanyak belajar melalui membaca atau mendengarkan. Bila tipe visual,
perbanyaklah belajar menggunakan bantuan gambar-gambar. Sementara bila tipe
kinestetik, lakukan belajar sambil melakukan (berbuat).
2.
Berpikirlah positif. Yakinlah, kita mampu menyelesaikan semua pelajaran dengan
baik. Jangan menyalahkan diri sendiri dan merasa bodoh. Perasaan tersebut
justru akan menjadi beban dan mengganggu konsentrasi belajar.
3.
Niat belajar dengan ikhlas
4.
Belajar bukan hanya pada saat ulangan
5.
Latih konsentrasi. Belajar tidak ditentukan lamanya waktu, tapi kualitas
tingkat konsentrasi. Untuk melatih hal itusetiap hari biasakan 5-10 menit untuk
belajar. Semakin lama tingkatkan durasi waktunya.
6.
Kontinyu. Jangan belajar hanya saat akan menghadapi ujian. Biasakan belajar
secara rutin. Sesuatu yang dibaca berulang-ulang pasti akan lebih mudah
diingat.
7.
Mengerti, bukan hanya menghafal. Teknik menghafal dirasa kurang strategis.
Karena dengan menghafal ingatan akan lebih cepat hilang, berbeda dengan
mengerti atau memahami materi yang disampaikan. Sehingga ketika persoalan yang
sama muncul, memori di otak masih bias dibuka kembali.
8.
Buat catatan singkat pada kertas kecil untuk memudahkan mengingat.
9.
Berdoalah. Hakikatnya, hal itu melatih konsentrasi dan menumbuhkan keyakinan
diri sebelum melakukan sesuatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar